Kendal, Inspiratif.online – Setelah sukses melaksanakan Program Aktivasi Kebudayaan di 7 Ruang Publik Kebudayaan pada tahun 2024, Festival Pituturan Kendal tahun ini akan melakukan 7 Program Aktivasi Kebudayaan di Desa Tlogomili, Kecamatan Plantungan. Mengusung tema besar “Banyu Kahuripan”, penyelenggaraan tahun ini sekaligus sebagai ikhtiar merawat dan menjaga ekosistem manusia dan alam, terutama di sumber mata air Tlogomili. “Banyu Kahuripan” merefleksikan air sebagai sumber kehidupan, pengetahuan, dan keberlanjutan budaya.
Peluncuran rangkaian Festival Pituturan dilaksanakan bersamaan dengan Sosialisasi Pelindungan Cagar Budaya pada Sabtu Sore (29/11) di Wisata Mata Air Tlogomili. Kegitan Sosialisasi itu bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga desa mengenai pentingnya menjaga tinggalan sejarah dan warisan budaya, baik berupa situs, bangunan, naskah, tradisi lisan, maupun lanskap budaya yang menjadi bagian dari identitas Tlogopayung dan Plantungan.
Subkoordinator Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kendal, Anang Yuli Ariadi, S.S. mengapresiasi pelaksanaan Festival Pituturan Kendal yang selalu dipusatkan di lokasi-lokasi dengan kultur budaya lokal, “Saya apresiasi betul Festival Pituturan Kendal, kebetulan, tahun lalu pelaksanaannya memanfaatkan 4 titik di lokasi Cagar Budaya, antara lain Cagar Budaya eks Kawedanan Boja,Candi Bototumpang, Rumah Limasan Mbah Wali Hadi, dan Gapura Pungkuran, semoga kami dapat ikut berkontribusi membantu menghidupkan setiap tahunnnya,” ungkapnya.
Tuhan, Mengapa Aku Warga Konoha?
Pihaknya juga menyatakan siap terlibat dan berkolaborasi dalam gelaran Festival Pituturan Kendal tahun 2025 ini, “Insya Allah, kami siap berkolaborasi di tahun ini dan tahun yang akan datang,” tutupnya.
Wakil Ketua Pelaksana Festival Pituturan Kendal 2025, M. Lukluk Atsmara Anjaina, memaparkan sejumlah program aktivasi yang akan dilaksanakan pada Puncak Festival Pituturan Kendal “insya Allah kami akan lakukan Pituturan tahun ini di Desa Tlogopayung bersama Komunitas Lereng Prau dan komunitas seni budaya lainnya. Ada beberapa program, antara lain Panggung Pituturan, Merti Tirta, Ngaji Manuskrip, Diskusi Budaya, Jelajah Budaya, Workshop Kreatif, dan Skets & Painting,” paparnya.
Baca Juga; Sungkeman: Bid'ah Cinta Dari Jawa
Lebih lanjut, ia merinci
komunitas-komunitas yang akan terlibat pada gelaran tahun 2025, “Sementara ini,
komunitas yang bergabung dalam jejaring Pituturan 2025 ada Pelataran Sastra Kaliwungu,
Kendal Heritage, Kaumloka Film, Komunitas Lereng Prau, Kendal Tempoe Doeloe.
Semoga nanti berkembang, komunitas-komunitas lain menyusul,” harapnya.

0 Komentar