Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Guru Hadir di Sekolah, Tapi Tidak di Kelas: Realita yang Perlu Dibicarakan

Kendal, Inpiratif.online - Di banyak sekolah, ada kenyataan yang jarang dibahas tetapi terasa oleh banyak murid dan guru lain: guru hadir di sekolah, tapi tidak hadir di kelas. Secara administrasi mereka tercatat ada, namun secara tanggung jawab kelas tetap kosong, murid tetap menunggu.

Padahal, setiap menit di kelas adalah ruang tumbuh yang tidak bisa diulang.

Ketika guru tidak masuk kelas, dampaknya jauh lebih besar daripada sekadar “jam kosong”.

Baca Juga; Bhayangkara Hambanya Rakyat

Poin-Poin Penting yang Harus Kita Renungkan:

1. Murid Kehilangan Kesempatan Belajar

Waktu yang seharusnya dipakai untuk memahami materi, membangun karakter, atau berdiskusi, hilang begitu saja. Murid hanya bisa menunggu tanpa kepastian.

2. Semangat Belajar Menurun

Jika guru tidak hadir, murid merasa belajar bukan prioritas. Lama-lama, mereka ikut tidak menghargai proses belajar itu sendiri.

3. Kedisiplinan Ikut Runtuh

Tidak mungkin kita meminta murid disiplin jika gurunya tidak memberi teladan. Anak-anak belajar dari contoh yang mereka lihat.

4. Rekan Guru Lain Terbebani

Kelas kosong sering kali harus ditangani guru lain yang sebenarnya memiliki jadwal berbeda. Beban kerja menjadi tidak adil.

5. Profesionalitas Dipertanyakan

Mengajar bukan hanya kewajiban, tapi amanah. Jika hadir namun tidak mengajar, berarti ada nilai moral yang diabaikan.

Baca Juga; Ketika Dosen Jadi Joki Skripsi: Sebuah Keajaiban Akademik dari Kendal

Profesi guru adalah profesi mulia

Namun kemuliaannya hanya akan tampak ketika guru hadir sepenuhnya, bukan hanya badannya, tetapi juga tanggung jawabnya.

Mari benahi bersama.

Mulai dari diri sendiri.

Mulai dari masuk ke kelas tepat waktu.

Karena masa depan murid dimulai dari kehadiran seorang guru.


Penulis; Ulum 

Editor; Danang Afi

Posting Komentar

0 Komentar