Kendal,Inspiratif.online – Krisno menghela napas panjang saat melompat turun dari truk pengangkut sampah yang ia kemudikan, Senin (24/11/2025). Ia hanya bisa terpaku menatap hamparan gunungan sampah yang membanjiri area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono, Kabupaten Kendal.
Di depan pintu masuk, tumpukan sampah menjulang hingga hampir menutup akses utama. Kondisi itu jauh lebih parah dibanding sepekan lalu, ketika petugas masih sempat melakukan penataan.
“Sejak pagi pas buka sudah kayak gini. Lebih parah, sampai membeludak begini,” keluh Krisno dengan raut wajah frustasi.
Sebagai pengangkut sampah dari wilayah Kecamatan Cepiring, setiap hari ia harus menembus kemacetan demi mengantarkan sampah warga ke TPA Darupono. Namun kali ini, ia seperti menemui jalan buntu. Truk bermuatan penuh yang harusnya dibongkar di dalam, justru terparkir dan ikut menumpuk di depan gerbang TPA.
“Kondisi begini armada tidak bisa bongkar. Kalau lokasi dekat mungkin bisa dibawa pulang, tapi kalau jauh ya mau enggak mau armada harus ditinggal,” ujarnya pasrah.
Situasi darurat sampah ini membawa dampak besar bagi para jasa pengangkut. Selain kerugian bahan bakar dan waktu kerja, Krisno paling khawatir mengenai satu hal: kepercayaan masyarakat.
“Warga tahunya sampah harus diangkut. Tapi kalau kondisi seperti ini ya gimana lagi,” ucapnya lirih.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan, sebelum krisis sampah di Kendal semakin tak terkendali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251124_Tumpukan-sampah-di-TPA-Darupono-Kabupaten-Kendal_1.jpg)
0 Komentar