Header Ads Widget

Responsive Advertisement

MAPABA II SAKA PMII Kaliwungu Cetak Kader Ulul Albab yang Siap Berkhidmah

KENDAL, inspiratif.online – Upaya memperkuat kaderisasi di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kembali ditegaskan oleh SAKA (Special Agency of Kaliwungu Affairs) Rayon Agama Komisariat Wahid Hasyim melalui pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) II yang digelar di Pesantren NH Kaliwungu, Sabtu–Minggu (28–29/11/2025).

Kegiatan yang diikuti puluhan calon anggota tersebut menjadi momentum penting bagi PMII Kaliwungu dalam menyiapkan generasi baru yang berkarakter Ulul Albab bertakwa, berilmu luas, sekaligus memiliki profesionalitas dalam berorganisasi.

Sebagai salah satu pintu masuk kaderisasi, MAPABA II dirancang tidak hanya sebagai forum pengenalan organisasi, tetapi sebagai ruang pembentukan orientasi dan cara pandang kader tentang dunia pergerakan. 

Melalui tema “Mencetak Kader Ulul Albab: Bertaqwa, Berintelektual, dan Profesional dalam Mendorong Produktivitas Internal PMII,” SAKA PMII Kaliwungu menegaskan arah geraknya pada penguatan tradisi intelektual dan peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan.

Ketua SAKA PMII Kaliwungu, Lutfhi Faizurrohman, dalam sambutannya menuturkan bahwa tantangan generasi muda saat ini menuntut kader PMII untuk hadir sebagai pribadi yang matang secara spiritual, cakap secara intelektual, dan terampil dalam bekerja.

 Ia menilai bahwa konsep Ulul Albab bukan sekadar identitas, tetapi fondasi penting untuk melahirkan kader yang mampu membawa perubahan.

“Tema ini kami pilih karena Ulul Albab adalah gambaran kader ideal: sosok yang kuat dalam ketakwaan, luas dalam berpikir, dan memiliki etos profesional,” jelasnya.

Lutfhi menegaskan bahwa kombinasi ketiga aspek tersebut diperlukan agar kader PMII tidak sekadar menjadi anggota, tetapi menjadi penggerak organisasi.

Ia menjelaskan bahwa produktivitas kader berbanding lurus dengan kedisiplinan, kemampuan membaca realitas, serta komitmen untuk terus belajar.

Menurutnya, organisasi yang besar hanya dapat bertahan melalui kader yang konsisten mengembangkan kapasitas diri dan memiliki kesadaran berperan bagi masyarakat.

“Kami ingin kader yang tumbuh, belajar, dan mengambil bagian dalam memajukan PMII. Profesionalitas bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga komitmen dan akhlak dalam menghadapi persoalan,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, Lutfhi menyinggung pentingnya membangun budaya literasi dan diskusi yang kuat sebagai identitas utama kader PMII.

Menurutnya, Rayon Agama memiliki modal intelektual yang besar sehingga wajib menjadi pelopor dalam menumbuhkan kultur ilmiah di lingkungan organisasi.

“Tradisi belajar harus menjadi jantung gerakan. MAPABA bukan sekadar pembuka, tetapi langkah awal untuk melahirkan kader yang membaca, berdiskusi, dan mengkritisi keadaan,” jelasnya.

Selama dua hari kegiatan, peserta mendapatkan sejumlah materi dasar kaderisasi seperti Ke-PMII-an, Aswaja An-Nahdliyah, nilai-nilai pergerakan, serta penguatan spiritualitas.

 Para peserta juga mengikuti pembinaan langsung dari pengurus dan senior SAKA sebagai upaya menanamkan semangat perjuangan dan militansi intelektual.

Dengan terselenggaranya MAPABA II ini, PMII SAKA Kaliwungu berharap lahir kader-kader baru yang siap berkhidmah di Rayon, Komisariat, dan struktur PMII lainnya, serta berkontribusi positif bagi masyarakat Kaliwungu secara lebih luas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda bahwa SAKA PMII Kaliwungu terus berkomitmen menjaga kesinambungan kaderisasi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi.***

Posting Komentar

0 Komentar