Header Ads Widget

Responsive Advertisement

LKMM-TM Unwahas Bentuk Pemimpin Muda yang Tangguh di Tengah Disrupsi Informasi

SEMARANG, inspiratif.online – Arus informasi yang tak terbendung menuntut mahasiswa memiliki ketahanan intelektual dan kecakapan literasi yang kuat. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Wahid Hasyim kembali menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2025 di Kampus 1 Sampangan, pada Jum’at–Sabtu (28–29/11/2025).

Pelatihan dua hari ini diikuti perwakilan mahasiswa dari seluruh fakultas, sebagai bagian dari upaya penguatan kaderisasi kepemimpinan di lingkungan Unwahas. 

Pihak Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan membuka acara secara resmi, sembari menegaskan bahwa pelatihan kader bukan sekadar agenda rutinitas, tetapi pijakan penting untuk membentuk kualitas kepemimpinan yang matang.

“Mahasiswa perlu memiliki kompetensi membaca persoalan, memimpin perubahan, dan menjaga kedewasaan berpikir. LKMM-TM menjadi ruang untuk menanamkan kemampuan itu,” ujar perwakilan kemahasiswaan dalam sambutannya.

Presiden Mahasiswa BEM Unwahas, Zhakia Maulana, turut menyampaikan refleksi kritis mengenai tantangan generasi hari ini. 

Menurutnya, mahasiswa berada di tengah pusaran informasi yang sering menciptakan polarisasi dan kebingungan publik.

“Banjir informasi membuat banyak orang kehilangan arah. LKMM harus menjadi tempat belajar menata nalar, agar mahasiswa mampu terlibat dalam urusan publik secara etis dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menilai bahwa pergerakan mahasiswa harus kembali pada esensi: memperkuat nalar publik, menjaga integritas, dan mendorong perubahan yang berpihak pada kebenaran.

Materi inti LKMM-TM disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, S.T., M.En., yang memaparkan pentingnya literasi informasi bagi pemimpin muda. Ia menekankan bahwa kemampuan berpikir kritis kini menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi pilihan.

“Pemimpin masa depan tidak boleh terjebak narasi palsu. Mahasiswa harus mampu membedakan fakta dan opini, serta memahami konteks sebelum mengambil sikap,” jelasnya.

Peserta juga menerima materi wawasan kebangsaan dari Kesbangpol Kota Semarang. Narasumber menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan merawat iklim berpikir yang sehat di masyarakat, terutama di tengah isu-isu yang mudah memicu gesekan sosial.

“Mahasiswa adalah penjaga ruang publik. Tugasnya memastikan nalar tetap jernih dan nilai kebangsaan tetap kokoh,” ungkapnya.

LKMM-TM tahun ini semakin kaya gagasan dengan kehadiran sejumlah Presiden Mahasiswa dari kampus lain yang berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan, etika organisasi, serta kolaborasi lintas mahasiswa.

Selama pelatihan, peserta dibekali modul mengenai manajemen organisasi, kepemimpinan adaptif, komunikasi publik, pengelolaan konflik, hingga penguatan integritas kader.

Seluruh rangkaian diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang siap menempati ruang-ruang strategis di masyarakat.***

Posting Komentar

0 Komentar